Kamis, 29 Oktober 2015

Cerita sahabatku ...

Selamat atas keberhasilanmu
Aku tau ini adalah salah satu impianmu dan keluargamu. Aku cukup gembira melihatmu bisa tersenyum, tapi di balik senyum itu terlintas kenangan kita lalu.
Kamu ingat dulu kita berdua masi belajar arti sebuah kedewasaan, kemudian kita belajar arti dari sebuah hubungan. Lambat laun kita belajar memahami kesetiaan, tapi semua itu tak ada hasilnya. Kamu tau kenapa? ibarat aku menanam sebuah bibit, yang pada awalnya aku pupuk dan sirami tiap hari dengan kasih sayang, walaupun terkadang ada hujan dan badai yang menghempasnya, aku tetap bertahan begitupun bibit itu. Tapi ketika ia tumbuh menjadi pohon yang rindang dan berbuah aku tidak bisa menikmati keteduhan dan manis buahnya. Yah... Sprti itu lah hubungan kita, yang pada mulanya kita jaga dan kita pupuk, dari kamu belum menggapai impianmu hingga kamu mendapatkannya. Dari kita menghadapi kesusahan bersama hingga kita bisa melaluinya. Tapi, hanya gara-gara hal yang tak jelas duduk permasalahannya, tiba-tiba kamu menegaskan arti hubungan kita selama ini.
Aku tak menyesali akan keputusanmu yang tegas, karena apa? Karena aku ingin berterimakasih atas itu semua, sebab kamu telah  mengajarkan dan menyadarkan aku arti sebuah kesetiaan.
Kamu tau? "DIBALIK LELAKI YANG HEBAT ADA WANITA YANG KUAT"
Aku yakin dengan pepatah itu. Karena jika saat ini kamu mundur untuk menjadi WANITA YANG KUAT buat ku, aku tak menyesalinya. Karena di salah satu tempat di bumi ini ada wanita hebat dengan kesabarannya yang sedang menungguku.

Terimakasih untuk semuanya
Sampai jumpa di hari ketika aku menjadi orang yang hebat dan mendapatkan wanita yang kuat.

@--'---RaHaSia---

Tuhan kau ciptakan manusia dengan hati yang sempurna. Kau berikan emosi kedalamnya, rasa sedih, senang, dan marah. Rasa itu merupakan perpaduan rasa cinta. Rasa dimana muncul tanpa disangka-sangka.
Tuhan kau yang membolak-balikkan hati seseorang. Kau juga yang menulis cerita hidup yang penuh sandiwara.
Pengorbanan yang seperti apa yang bisa merubah semua? Atau hanya hempasan angin yang dengan diam-diam menerpa tubuh ini.
Begitukah caraMu?

Minggu, 25 Oktober 2015

**HIDUP**

Kadang hidup menertawakanku
Kadang hidup menangisiku
Tertawa ketikaku terjatuh
Menangis ketikaku tersenyum
Apakah hidup adalah musuh
Yang tak pernah senang padaku
Atau hidup adalah sahabat
Yang mendekapku
dengan sejuta petistiwa yang hangat
Apa itu hidup?
Bagaimanakah hidup itu?
Kadang bercerita
Kadang berubah
Aku tak paham pada hidup
Tapi aku tetap belajar untuk memahami
Dengan butiran-butiran yang jatuh dari mataku
Ku kumpulakan keberanianku
Untuk tegar memahami hidup

"Diam"

Diam...
Dia diam
Aku pun diam
Dinding mendengar
Angin berbisik
Namun kami tetap diam
Jam berjalan menyusuri dunia
Langit berganti warna
Tapi kami tetap diam
Diam dan diam
Menanti
Berdiri
Di jalan yang tak berujung
Walau bulan datang
Mengganti diriku
Aku tetap berdiri di sini
Dengan kediamanku